daily

Makan Ketika Lapar dan Olahragalah!

Posted on Updated on

Beberapa hari terakhir ini berat badan saya naik. Dari yang semula sekitar sebulan yang lalu 55 kilogram, sekarang menjadi 58 kilogram. Lantas dengan naiknya berat badan apakah pipi saya jadi lebih tembem? Atau otot-otot saya menjadi lebih kekar? Ternyata tidak. Karena penambahan berat badan tersebut hanya memberi efek atau merupakan efek dari perubahan yang terjadi pada satu bagian tubuh saya, perut! Hahaha.

Ya, perut saya menjadi sedikit lebih gemblung. Kalau saya ingat-ingat, sebelum berat badan saya naik, nafsu makan saya memang bertambah. Sebelum nafsu makan saya bertambah, saya memang mulai rajin berolahraga, jogging. Sejak lulus SMA sampe lulus kuliah, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya berolahraga atas dasar kemauan sendiri. Hehe. Tapi, hanya beberapa kali jogging, kemudian berhari-hari setelah itu saya tidak pernah jogging lagi. Tapi masih dengan nafsu makan yang menggebu-gebu! Dan gemblunglah perut ini.

Efeknya ga enak, penampilan menjadi kurang menarik (tentu saja aslinya menarik). Selain itu, badan terasa lebih berat. Mau ngapa-ngapain berat rasanya, males. Untuk mengatasinya saya kira hanya butuh dua hal. Pertama, makanlah hanya ketika kita memang membutuhkan, yakni saat lapar, seperti yang sudah saya praktekkan beberapa hari ini. Dan rajinlah olahraga Kal! secara itu sepatu jogging udah lama nganggur